!! Konten Dewasa !! Triana Ia tidak tahu tubuhnya sudah terbiasa menahan rasa sakit. Mungkin memang tubuh Triana sudah terbiasa pada luka yang mengucurkan darah atau Vlador yang kali ini menghisap darahnya dengan cara tidak biasa. Tanpa Triana sadari, Vlador telah menenggelamkannya ke dalam pelukan hangat hingga Triana tidak lagi merasa kedinginan. Kening Triana mengkerut tipis. Di telinganya, ia hanya mendengar geraman Vlador yang tidak pernah pria itu buat saat meminum darahnya. Rasa sakit pada luka gigitan yang sebelumnya mengganggu Triana berubah menjadi rasa panas yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Napas semakin memberat dan jantung berdegub keras, Triana merasa seolah ia dipengaruhi oleh sihir. Sesuatu seakan menggelitik isi perutnya dari dalam dan membuat seluruh sendinya kehilangan tenaga. Tangannya lemas dan bergetar hingga gelas yang ia pegang terjatuh ke lantai. Suara keras dari gelas yang membentur lantai membangunkan Triana dari sihir yang meng...
Vlador Angin berhembus kuat. Suhu dinginnya seperti pisau yang menusuk tulang-tulang dan mengikis kulit, namun hal itu tidak memengaruhi Vlador. Ia berdiri diam di atap tertinggi kapal. Matanya memandang ujung lautan, namun pikirannya sedang berkelana di dalam kekalutannya sendiri. Akhir-akhir ini Vlador minum dengan baik. Mungkin Triana tidak menyadarinya karena ia bersembunyi seperti kalelawar di malam gelap, namun ia telah meminum darah secara rutin untuk mencegah rasa hausnya timbul. Hanya saja ada hal yang tidak ia mengerti - rasa haus itu terus muncul dan terasa semakin kuat saat ia berada di dekat Triana. Apakah sisa kutukan itu masih ada di dalam dirinya? Suara pintu yang tertutup keras hingga terdengar seperti suara bantingan membuat Vlador menoleh ke bawah. Seorang pria berpakaian tebal muncul sambil menarik sebuah barel, lalu menuangkan isinya ke laut lepas. Setelah memastikan tidak ada orang di sekitar, Vlador perlahan turun menuju dek kapal. Ia berdir...