Langsung ke konten utama

Postingan

Update Terbaru

70. Milikku // Dikutuk Bersama Tuan Vampir

    Vlador   “Aku mencintaimu.” Mata Vlador berkedut. Apa ia tidak salah dengar? Tubuhnya mematung. Tatapannya terpaku pada seorang gadis yang duduk di lantai sambil menatapnya dengan kedua mata jernih yang digenangi air, bagaikan danau kecil di tengah hutan. “Aku minta maaf jika aku membebanimu. Aku tahu yang kau inginkan adalah kesendirian dan kebebasan. Namun bolehkan aku menempati sebuah sudut kecil dalam hidupmu?” Pertanyaan Triana menusuk telinga Vlador. Ia tidak tahu alasan jantungnya terasa sakit karena itulah yang Triana rasakan atau itu karena kalimat yang dialunkan dengan nada bergetar itu. Triana benar. Kesendirian dan kebebasan adalah hal yang paling Vlador inginkan selama ini. Namun yang gadis itu tidak tahu adalah betapa sulitnya Vlador mempertahankan keinginannya untuk tetap sama. Vlador bahkan tidak tahu sejak kapan ia mulai asing pada kesendirian dan mulai terbiasa pada rantai yang mengikatnya dengan Triana. “Aku tahu perasaanku ini mungkin terdengar m...
Postingan terbaru

69. Monster dan Parasit // Dikutuk Bersama Tuan Vampir

    Triana.   “Mereka bukan sekedar ingin menyiksanya. Mereka ingin memastikan ia memiliki hal yang mereka harapkan.” Ucap Shebsa. “Apa hal itu?” Tanya Triana. “Perasaan.” Jawaban Shebsa membuat Triana termenung. Jadi selama ini Vlador menahan diri untuk tidak meminum darahnya? Sementara jika ia ingin, ia bisa saja meminum darah Triana tanpa membunuhnya. Jika Triana memikirkannya kembali, belakangan ini Vlador tidak pernah menyebut ingin meminum darahnya. Perasaan. Apakah itu artinya Vlador memang memiliki perasaan peduli padanya? Apakah Vampir Verdonix menganggap perasaan adalah kelemahan Vlador? Triana mengangkat wajahnya kembali. “Aku harap aku bisa segera bertemu Tuan Vlador. Aku sangat mengkhawatirkannya dan… ingin melihatnya.” “Mungkin salah satu dari saudari kita ada yang bersedia mengantarmu setelah makan.” Ucap Shebsa, menatap para penyihir muda yang saling menoleh. “Yah, karena aku adalah yang paling pemberani di sini, aku akan mengantarmu.” Ucap penyihir yang...

68. Sarang Penyihir Elix // Dikutuk Bersama Tuan Vampir

    Vlador.   “Apa itu adalah seorang vampir, Artexia?” Wanita dengan jubah silver dan tongkat putih yang memiliki batu kristal biru di atasnya menatap Vlador. Ia mengangguk sekali. “Aku rasa begitu.” Anak perempuan yang penuh dengan pertanyaan itu mengerutkan keningnya ketika kembali memperhatikan Vlador. “Ia terluka dan terlihat berbeda dari vampir lain.” Pandangan Vlador mulai kehilangan ketajamannya, seakan diselimuti oleh kabut yang kian menebal. Ia menatap seorang wanita dan gadis kecil yang memiliki rupa yang sama itu. Ia mendesis karena mereka adalah penyihir. Vlador yakin mereka adalah Penyihir Elix yang selama ini ia cari. Itu adalah sebuah harapan besar yang seharusnya membuatnya bersukacita. Namun seperti yang sudah ia alami dengan Elijah, mereka makhluk jahat. Sayangnya Vlador tidak berdaya. Triana yang sudah sekarat mempengaruhi kekuatannya, bahkan kesadarannya. Jantungnya terasa terbakar dan ditikam secara bersamaan. “Aku rasa kau benar, Eanna. Yang satu ...

67. Di Tengah Badai Salju // Dikutuk Bersama Tuan Vampir

    Vlador   Ia adalah vampir yang berhasil mengalahkan ratusan vampir di masa perang. Nyawa manusia yang meregang di tangannya pun tak terhitung jumlahnya. Namun hanya dengan sihir penyihir, sang pangeran kegelapan jatuh di atas kedua lututnya dan terkurung di penjara kastilnya sendiri hingga seratus tahun lamanya. Vlador tidak tahu ia mampu melepaskan diri dari rantai sihir penyihir sehebat klan Elix. Dan ia yakin, Elijah adalah salah satu yang tidak boleh diremehkan. Sayapnya menghantam patah jeruji yang mengurungnya. Lalu cakarnya menyambar salah satu jeruji tersebut sebelum melemparnya ke arah Frederick yang hendak membawa Triana kabur. Naas, bahkan untuk sesama vampir, Frederick tidak mampu menyaingi kecepatan gerakan Vlador, terlebih ketika ia sedang murka. Tiang besi itu menghantam kepalanya hingga ia terlempar ke depan. “Hentikan dia!” Seru Elijah, hendak menembakkan sihirnya ke arah Vlador. Namun mata merah Vlador mengerling pada sosok penyihir berambut putih ...

66. Upacara Langit Hitam // Dikutuk Bersama Tuan Vampir

    Seorang wanita berkulit coklat masuk ke ruang besar itu. Vlador mengenali wajahnya, ia adalah gadis pelayan yang ditugaskan mendampingi Triana. Ia sempat berpikir gadis itu hanyalah pelayan biasa yang akan menjadi teman Triana untuk sementara, namun ternyata ia telah lengah hingga tertipu oleh mata-mata itu. Elijah yang melangkah dengan dagu terangkat dan pundak tegap membuat Vlador mengerutkan keningnya. Rasanya tidak mungkin pelayan itu bersikap seangkuh itu hanya karena ia telah menjalankan tugasnya dengan benar sebagai mata-mata; ia adalah manusia. Selain Elijah, keluarga Vampir Verdonix yang lain juga memasuki ruangan. Mereka berdiri melingkari kadang yang mengurung Vlador, namun Elijah berdiri beberapa langkah dari jeruji yang memenjarai Vlador. Senyum terbentuk di bibir Elijah. “Aku sudah berkata, kalian tidak perlu menutup matanya. Ia bisa melihat segalanya bahkan di jurang tergelap sekalipun. Sihirku sudah cukup kuat terbalur pada rantainya.” “Siapa kau sebenarn...

65. Penangkapan // Dikutuk Bersama Tuan Vampir

    Triana.   “Dia di sini.” Kalimat Elijah membuat Triana menoleh ke belakang. Matanya membesar melihat Vlador melangkah cepat menuju ke arahnya. “Apa yang terjadi padamu?” Tanya Vlador. Triana terdiam, tanpa sadar menelisik wajah kalut Vlador yang hampir tidak pernah ia lihat. Namun selain itu, pria tersebut juga terlihat berantakan, yang ia tahu mengapa. “Hei, apa kau baik-baik saja?” Vlador memegang kedua pundak Triana dan mengguncangnya sedikit hingga mendapatkan fokusnya. Meneguk liur, Triana menggelengkan kepalanya yang tegang. Bibir Vlador mengatup, namun kedua matanya memperhatikan Triana dan kaki hingga kepala dan berhenti di kedua matanya, membuat Triana harus mengalihkan pandangannya ke samping. Triana melangkah mundur, melepaskan kedua pundaknya dari cengkraman Vlador. “Maaf, aku mendapat mimpi buruk jadi aku terbangun.” Masih memperhatikan Triana dengan mata menyipit dan kening sedikit mengkerut, Vlador bertanya pelan, “Apa kau… mungkin baru saja datang da...

64. Perpustakaan Panas Elizabeth // Dikutuk Bersama Tuan Vampir

    Vlador   Dua sosok terlukis di dalam gulungan usang tersebut. Vlador mengenali kedua wajah itu karena terlihat sangat mirip dengan kakeknya dan ayahnya, namun ayahnya masih anak-anak. Ia cukup yakin, itu adalah mereka. Selain lukisan kakeknya dan ayahnya, terdapat sosok manusia setengah gagak yang terlukis di antara tulisan-tulisan penyihir. “Gagak hitam,” Vlador bergumam. “Hm, kelihatannya kau menemukan sesuatu yang penting,” Tebak Elizabeth. “Penyihir itu benar berada di sini. Pasti ada ruang rahasia atau sesuatu.” Vlador meletakkan gulungan kertas itu di atas meja, lalu menoleh pada Elizabeth dengan kening mengkerut. “Kau yakin keluargamu tidak ada yang tahu tentang ini?” “Perpustakaan ini adalah ruang bermainku sejak kecil. Tidak ada yang peduli, untuk apa aku peduli mengatakannya pada mereka?” Jawab Elizabeth. “Aku harus memanggil mereka kembali,” Ucap Vlador seraya menghela gusar. Lalu Vlador membereskan gulungan kertas itu dan menyatukannya dengan buku bersam...