Vlador Ia adalah vampir yang berhasil mengalahkan ratusan vampir di masa perang. Nyawa manusia yang meregang di tangannya pun tak terhitung jumlahnya. Namun hanya dengan sihir penyihir, sang pangeran kegelapan jatuh di atas kedua lututnya dan terkurung di penjara kastilnya sendiri hingga seratus tahun lamanya. Vlador tidak tahu ia mampu melepaskan diri dari rantai sihir penyihir sehebat klan Elix. Dan ia yakin, Elijah adalah salah satu yang tidak boleh diremehkan. Sayapnya menghantam patah jeruji yang mengurungnya. Lalu cakarnya menyambar salah satu jeruji tersebut sebelum melemparnya ke arah Frederick yang hendak membawa Triana kabur. Naas, bahkan untuk sesama vampir, Frederick tidak mampu menyaingi kecepatan gerakan Vlador, terlebih ketika ia sedang murka. Tiang besi itu menghantam kepalanya hingga ia terlempar ke depan. “Hentikan dia!” Seru Elijah, hendak menembakkan sihirnya ke arah Vlador. Namun mata merah Vlador mengerling pada sosok penyihir berambut putih ...
Seorang wanita berkulit coklat masuk ke ruang besar itu. Vlador mengenali wajahnya, ia adalah gadis pelayan yang ditugaskan mendampingi Triana. Ia sempat berpikir gadis itu hanyalah pelayan biasa yang akan menjadi teman Triana untuk sementara, namun ternyata ia telah lengah hingga tertipu oleh mata-mata itu. Elijah yang melangkah dengan dagu terangkat dan pundak tegap membuat Vlador mengerutkan keningnya. Rasanya tidak mungkin pelayan itu bersikap seangkuh itu hanya karena ia telah menjalankan tugasnya dengan benar sebagai mata-mata; ia adalah manusia. Selain Elijah, keluarga Vampir Verdonix yang lain juga memasuki ruangan. Mereka berdiri melingkari kadang yang mengurung Vlador, namun Elijah berdiri beberapa langkah dari jeruji yang memenjarai Vlador. Senyum terbentuk di bibir Elijah. “Aku sudah berkata, kalian tidak perlu menutup matanya. Ia bisa melihat segalanya bahkan di jurang tergelap sekalipun. Sihirku sudah cukup kuat terbalur pada rantainya.” “Siapa kau sebenarn...