Langsung ke konten utama

110. Epilog + Author's Note // Pengantin Pria Dari Negri Dongeng


 Delapan bulan kemudian,


Balon besar berwarna hitam itu meledak dan menerbangkan kumpulan kelopak bunga berwarna biru.

“Anak laki-laki! Aku memiliki seorang putra!” Seru Adro, langsung memeluk Grace yang perutnya sudah membuncit.

Di penthouse Adro, teman-teman dekat mereka berkumpul. Berita tentang pernikahan Adro dan kehamilan istrinya setelah mereka menghilang selama hampir setengah bulan tidak hanya heboh diperbincangkan publik, namun juga teman-teman mereka.

“Setidaknya kau mengundang aku dan Sarah, Grace. Apakah ini balasan karena aku jarang bisa menemuimu?” Tanya Bella, melipat tangan di depan dada. “Sebenarnya apa arti persahabatan kita?”

“Kau masih bisa bicara persahabatan bahkan ketika kau mengetahui kesalahanmu?” Sahut Sarah, melangkah menghampiri mereka.

“Maaf, teman-teman. Aku sungguh tidak bisa mengundang kalian karena tempatnya sangat jauh,” Ucap Grace.

“Aku yang menghasut Grace agar upcara pernikahan kami sangat tertutup. Jadi, tolong jangan menekan istriku lagi. Ia sedang mengandung anak kami.” Adro datang, merangkul Grace di pinggang hingga membuat gadis itu terkekeh.

“Jadi, di mana kalian melakukan pemotretan itu? Aku adalah fotografer, jadi aku tahu itu bukan editan. Pemandangannya luar bisa!” Tanya Raymond, suami Bella sambil menatap foto pernikahan dinding besar di hadapan mereka.

“Kau tidak perlu menanyakan itu, Ray, karena aku sudah melakukannya dan kau pasti akan kesal pada jawaban mereka.” Ucap Bella, mengerlingkan matanya dari foto landscape berisi sosok Grace dan Adro yang terbalut pakaian pernikahan putih sedang duduk di atas kuda putih besar berambut perak dengan pemandangan tebing dan lembah bunga berwarna warni.

Mengerutkan keningnya, Raymond menoleh pada Grace dan Adro. “Memangnya apa jawaban kalian? Di mana lokasi pemotretannya?”

Tersenyum jahil, pasangan itu menjawab serempak. “Di negri dongeng.”

“Sialan. Kalian pelit sekali,” Ucap Raymond.

Sementara itu, Sarah hanya tersenyum dalam diam, mengetahui bahwa Grace dan Adro berkata jujur.

Fin~

---------

Hai, teman2! Trimakasih banyak sudah setia baca cerita ini sampai selesai! Jangan lupa apresiasi dengan isi bintang2 di tiap babnya dan komentar tanggapan kalian tentang cerita ini ya! Aku terima kritik yang membangun juga loh!

Last but not least, aku mau promo projectku yang selanjutnya! Cekidot di bawah ini >>>>

Last but not least, aku mau promo projectku yang selanjutnya! Cekidot di bawah ini >>>>


Blurb:

Terlahir sebagai putri tercantik dari seorang Duke membuat Triana tumbuh menjadi gadis polos dan manja. Namun, Triana menyadari bahwa kecantikannya adalah alasan kebahagiaan yang ia dapatkan selama ini. Karena itu, ia meminta seorang penyihir untuk membuat kecantikannya abadi.

Memberikan ramuan penyiksa kepada seorang vampir yang terkurung di dalam kastil tua adalah syarat dari penyihir untuk kecantikan abadi Triana.

Vlador, keturunan terakhir Dracula; Ia yang selamat dari perang, dirantai dengan sihir, dilupakan, dan kelaparan.

Menipu Vlador membuat Triana berhasil memiliki kecantikan abadi. Namun, sejak awal ia juga telah ditipu oleh penyihir itu.

Rantai Vlador terlepas, dan Triana seharusnya menjadi mangsa pertamanya. Namun, ia menyadari ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya ketika gadis manusia itu hampir mati di tangannya.

"Kalian berdua memiliki kesombongan yang sama. Bukankah memakan atau dimakan adalah prinsip hidup kalian? Sekarang, menderitalah bersama di dalam kutukanku!"

Jantung Triana dan Vlador berdetak bersamaan. Keduanya akan mati jika salah satu mati. Dan Triana harus meminum darah Vlador jika ingin tetap hidup, sementara Vlador terus haus akan darah Triana.

Dengan kutukan rumit yang menyiksa, dapatkah mereka melanjutkan hidup?

----

Judul : Dikutuk Bersama Tuan Vampir
Rate usia: 18+ (D)
Genre : Fantasy Romance, Dark Romance

Terima kasih dan sehat selalu!!
Sampai jumpa di karyaku yang selanjutnya!

Your nocturnal storyteller,
Kalong_Ungu πŸ’œπŸ¦‡




Komentar